Thursday, June 4, 2020

Kalkulator Gerhana Matahari Indonesia 2001 - 2100

Kalkulator ini memprediksi fase-fase kejadian gerhana matahari yang bisa terlihat di wilayah Indonesia saja. Jika anda menggunakan gawai, cara melihat terbaik adalah dalam posisi landscape. Berhubung tabel gerhana cukup lebar maka agar muat dalam posisi portrait tabel tersebut saya pecah menjadi dua bagian yaitu kiri dan kanan menjadi atas dan bawah. Harap maklum.
Kalkulator Gerhana Matahari Indonesia 2001 - 2100

Propinsi:

Name:
Latitude: deg min sec
Longitude: deg min sec
Altitude: meters
Time Zone:


Tahun:   


Prediksi Gerhana


Keterangan Tabel
  • Semua waktu yang ditampilkan adalah waktu lokal sesuai dengan Waktu Indonesia Barat, Waktu Indonesia Tengah, dan Waktu Indonesia Timur.
  • Waktu yang diberi imbuhan "(r)" berarti gerhana tersebut sudah berlangsung saat matahari terbit. Demikian pula, waktu yang berimbuhan "(s)" berarti gerhana tersebut masih berlangsung saat matahari terbenam.
  • Type atau Jenis Gerhana - seperti yang terlihat di lokasi anda. (P)artial atau Sebagian, (A)nular atau Cincin, dan (T)otal.
  • Alt(itude) - Ketinggian matahari, dalam derajat, di atas cakrawala,
  • Azi(muth) - Azimut matahari (0 ° = ke utara, 90 ° = ke timur, dll.),
  • Duration - Lamanya gerhana matahari Anular atau Total berlangsung,
  • Obs(curation) - Persentase permukaan piringan matahari yang tercakup pada pertengahan gerhana (maximum eclipse).
  • Mag(nitude) - Fraksi diameter matahari yang ditutupi oleh Bulan pada pertengahan gerhana (max. eclipse),

Ackhnowledgements

Perhitungan ΔT dalam program ini memakai Polynomial Expressions for Delta T (ΔT) dari NASA.

Badan Meteorologi Klimatology dan Geofisika Indonesia yang menyediakan data koordinat kabupaten/kota di Indonesia sehingga saya tidak perlu mengaisnya dari Google Geolocation Service.

Fred Espenak and Chris O'Byrne (NASA's GSFC) karena karya mereka, Eclipse Predictions diperkenankan untuk digunakan oleh siapa saja dalam rangka memasyarakatkan astronomy pada umumya dan gerhana pada khususnya kepada dunia awam.

Wednesday, June 3, 2020

Kalkulator Gerhana Bulan Indonesia 2001 - 2100

Berikut ini adalah kalkulator untuk memprediksi fase-fase kejadian gerhana bulan yang yang bisa terlihat di wilayah Indonesia saja. Berhubung jumlah kolom yang banyak, khusus untuk gawai dengan layar berukuran kecil maka prediksi gerhana matahari harus disajikan dalam dua bagian terpisah. Bagian kanan diletakan sebelah atas dan bagian kiri dipasang dibawahnya. Cara terbaik melihatnya adalah dengan menggunakan posisi landscape. Harap maklum.
Kalkulator Gerhana Bulan Indonesia 2001 - 2100
Propinsi:
Choose city, or enter coordinates:
Name:
Latitude: deg min sec
Longitude: deg min sec
Altitude: meters
Time Zone:

Choose eclipse types for search:

All eclipses Partial and Total Total


Tahun :   


Prediksi Gerhana Bulan



Perlu diketahui bahwa setiap gerhana bulan atau matahari selalu terjadi pada saat Ceit (Bulan Baru) dan sekitar Capgo (Bulan Purnama). Gerhana matahari hanya terjadi pada tangal 1 lunar (Ceit) dan gerhana bulan hanya terjadi pada saat bulan purnama atau disekitar tanggal 15 lunar (Capgo). Ceit Capgo dan Purnama dari setiap tahun dapat anda lihat pada Kalkulator Ceit Capgo.

Keterangan Tabel

  • Semua waktu yang ditampilkan adalah waktu lokal sesuai dengan Waktu Indonesia Barat, Waktu Indonesia Tengah, dan Waktu Indonesia Timur.
  • Entri-entri yang berwarna merah menunjukan bahwa gerhana terjadi dibawah cakrawala dan tidak terlihat.
  • Tanggal kejadian gerhana selalu merujuk kepada awal terjadinya gerhana penumbral, meskipun tahap ini tidak terlihat (yaitu ketika Bulan berada dibawah cakrawala).
  • Jika gerhana bulan terjadi sebelum tengah malam dan berakhir sesudahnya maka tahap-tahap gerhana selanjutnya terjadi pada hari/tanggal berikutnya.
  • Type atau Jenis Gerhana - Pe(N)umbral, (P)artial atau sebagian dan (T)otal.
  • Alt(itude) - Ketinggian Bulan, dalam derajat, di atas cakrawala,
  • Mag(nitude) - Fraksi diameter Bulan yang ditutupi oleh Bumi pada pertengahan gerhana (max. eclipse),

Ackhnowledgements

Badan Meteorologi Klimatology dan Geofisika Indonesia yang menyediakan data koordinat kabupaten/kota di Indonesia sehingga saya tidak perlu mengaisnya dari Google Geolocation Service.

Data gerhana, unsur-unsur Besselian dan saat-saat kejadian kontak dihitung oleh Jean Meeus and Fred Espenak. Semuanya berdasarkan perhitungan solar dan lunar yang sama yang digunakan dalam Five Millennium Canon of Solar Eclipses: -1999 to +3000.

Perhitungan ΔT dalam program ini tidak memakai perhitungan mereka berdua melainkan yang lebih baru dari Polynomial Expressions for Delta T (ΔT) dari NASA.

Untuk tujuan menghitung kejadian gerhana dari sebuah tempat, pertumbuhan nilai ketidakpastian (uncertainty) dalam nilai Delta T dan sudut longitude lokasi yang bersangkutan menjadi besar dan tidak dapat diterima untuk rentang waktu diluar -1999 s/d 3000 (2000 BCE s/d 3000 CE). .