Showing posts with label Kalender Buddha. Show all posts
Showing posts with label Kalender Buddha. Show all posts

Wednesday, November 11, 2020

Hari-hari Peringatan Kalender Imlek

Ini adalah hari-hari peringatan yang biasa tercantum dalam kalender imlek tradisional.

BulanDiatasPagoda

Hari-hari Peringatan Kalender Imlek

Loader.gif


Catatan:
Buddha Sakyamuni Se Jia Mou Ni Fo
Bie Lek Hud Mi Le Fo
Kwan Im Posat Guan Shi Yin Pu Sa
Tee Cong Ong Po Sat Di Zang Wang Pu Sa
Kwan Seng Tee Kun Guan Sheng Di Jun
Hok Tek Ceng SinFu De Zheng Shen
Thay Siang Li Lo Kun Tai Shang Lao Jun
Nabi Agung Khong Hu CuKong Fu Zi
Toapekong NaikZao Jun Gong Naik
Keng Ti KongJing Tian Gong (/Yu Huang Da Di)
Thian Siang Seng Bo Tian Shang Sheng Mu

Rujukan

Dewa-Dewi Kelenteng, Ir. E, Setiawan dan Kwa Thong Hay, Yayasan Kelenteng Sam Poo Kong, Gedung Batu - Semarang, 1990.

Kalender Boen Tek Bio 2009, Perkumpulan Keagamaan dan Sosial Boen Tek Bio, Jl. Bhakti No. 14, Tangerang, Banten.

Kalender Majelis Tridharma 2010, Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia, Jl. Raya Cipinang Jaya No.1 Jakarta Timur.

Kalender Wan Kiap Sie 2007, Vihara Buddhayana, Jl. Lautze No. 38, Jakarta Pusat.

Thursday, December 29, 2016

Kalender Buddha Baru

fu

Kalender Buddha Baru (Fase Bulan Sejati) telah dipindahkan kelaman berikut ini: https://kalenderimlek.blogspot.com/ p/kalender-buddha.html

Sekelumit latar belakang kalender Buddha bisa anda baca pada Kalender Buddha Suriyayatra.

Kalender Buddha Baru Astronomis - Sebuah Usulan


Artikel ini mengusulkan sebuah kalender Buddha baru yang berjenis lunisolar astronomis. Berharap bahwa kalender ini bisa diterima sebagai sebuah kalender Buddha moderen karena sifatnya ajeg dan akurat Kalender baru ini hanya mengganti model tata surya yang digunakan dalam perhitungan yaitu dari model lingkaran jarum jam sederhama menjadi model eliptikal keplerian (seperti yang digunakan kalender imlek), sedangkan aturan-aturan atau ketentuan-ketentuan tentang uposatha dan hari-hari raya agama Buddha lainnya tidak mengalami perubahan sama sekali. Kalender baru ini hanya memerlukan sedikit sentuhan regulasi oleh suatu badan seperti komisi kalender. Uraian dari usulan saya tersebut adalah sebagai berikut:

New Astronomical Buddhist Calendar - A Proporsal


This article proposes a new buddhist calendar, a lunisolar astronomical type of calender. Hope it would be accepted as a modern buddhist calendar since it is steady and accurate. It just replaces the solar system model from a simplistic clockwork model to a more sophisticated elliptical Keplerian model (as used in the chinese calendar). Whereas the rules or provisions concerning observance days (uposatha) and festivals do not change at all. It requires only minimum regulations by a body such as a calender committee. Descriptions of the proposal are as follows:

Baca seluruhnya...

  1. Equinox musim semi (Longitude = 0°) atau Chunfen 春分 atau tanggal 21 ±1 Maret digunakan sebagai titik acuan. Bulan gelap penuh atau konjungsi pertama setelah titik ini ditetapkan sebagai tahun baru kalender Buddha yaitu tanggal 1 Citta. Ketentuan ini adalah sama dengan ketentuan dalam kalender Buddha aritmatis yang menggunakan model tata surya lingkaran jarum jam sederhana.
    Spring equinox (Longitude = 0°) or Chunfen 春分 or 21 ±1 March is used as a reference point. The first new moon (or conjunctions) after this point is set to new year date or 1 Citta of the calendar. This is the same as the provision of the conventional arithmetic buddhist calendar that uses simplistic clockwork model.
  2. Panjang satu bulan adalah jumlah hari dari satu konjungsi ke konjugsi berikutnya. Berbeda dengan kaleder aritmetis, panjang ini tidak reguler tergantung dari hasil perhitungan astronomi dan besarnya 29 hari (bulan kecil) atau 30 hari (bulan besar).
    The length of a month is defined as the number of days from one conjunctions to the next. Unlike the aritmetical calendar, it is irregular and whether it is 29 days (small month) or 30 days (large month) is merely determined by the result of astronomical calculations.
  3. Tahun adhikamasa ditetapkan sebagai tahun dimana antara dua Equinox musim semi berturutan terdapat 13 kali konjungsi (bulan gelap penuh). Misalnya, antara 21 Maret 2014 dan 21 Maret 2015 terdapat 13 kali konjungsi maka tahun 2014 (2558 BE) adalah adhikamasa. Dengan ketentuan ini, kalender baru juga mempraktekan penggeseran hari peringatan (puja) yang sama dengan kalender konvensional ketika adhikamasa terjadi. Magha Puja dan Visakha Puja dipindah kepada bulan berikutnya, dan ditandai dalam bulan keempat dan ketujuh sebagai pengganti bulan ketiga atau keenam. Sumber dari praktek pergeseran ini tidaklah jelas, akan tetapi mempunyai keuntungan bahwa tidak akan terjadi jarak yang besar antara Visakha Puja dan Asalha Puja (yang jatuh pada bulan Asalha kedua pada tahun adhikamasa).
    Adhikamasa is defined as the year with 13 moon conjunctions in between two consecutive spring equinoxes. For example, there are 13 conjunctions between 21 March 2014 and 21 March 2015 then 2014 (2558 BE) is adhikamasa. By this provision, the new calendar applies the same practice as the conventional arithmetic calendar in term of shifting the pujas when adhikamasa occured. Magha Puja and Visakha Puja is shifted to the following month, and marked as the fourth and the seventh instead of third or sixth month. The source of this shifting practice is not clear, but has the advantage that there would not be a large distance between Visakha Puja and Asalha Puja (which falls in the second Asalha in adhikamasa).
  4. Interkalasi atau bulan pengganjal tahun selalu jatuh pada bulan Asalha (Asadha). Jadi akan terdapat dua buah bulan Asalha pada tahun adhikamasa. Ketentuan ini sama dengan ketentuan kalendar Buddha arithmatis konvensional.
    Intercalation or additional month always falling in Asalha (Asadha). So there will be two months of Asalha in adhikamasa. This provision is the same as the conventional arithmetic calendar.
  5. Penambahan satu hari tambahan sebayak 11 kali dalam 57 tahun pada bulan Jettha tidak diperlukan lagi. Jadi tidak ada tahun adhikavara dalam sistem kalender baru ini.
    The 11 times additions of an extra day for Jettha (adhikavaras) in the period of 57 years are no longer needed. So there are no adhikavaras in this new calendar system.
  6. Aturan-aturan atau ketentuan-ketentuan tentang uposatha dan hari-hari raya agama Buddha lainnya adalah sama dengan kalender sebelumnya.
    Observance days (uposatha) and buddhist festivals are determined using the same provisions as the conventional arithmetic calendar .
  7. Dalam sistem ini sumber utama perselisihan adalah karena hasil perhitungan yang berbeda tergantung pada mesin dan bahasa pemrograman yang digunakan. Ini disebut kesalahan round-off. Dalam waktu-waktu tertentu dimana perhitungan jatuhnya konjungsi bulan oleh para pihak ternyata berbeda sedikit (dalam orde beberapa menit saja) namun akan dihitung sebagai berbeda satu hari. Misalnya komputer pihak A menghitung bahwa konjungsi terjadi pada 3 November 2013 23:59:58 (JD = 2456600.49998) sedangkan komputer B pada 4 November 2013 00:01:08 (JD = 2456600.50079), meskipun perbedaannya sedikit (70 detik atau 0.00081 hari) tetapi karena jatuh disekitar waktu pergantian hari, hasilnya menjadi terhitung berbeda 1 hari. Menurut saya ini adalah tugas dari komisi kalender untuk membuat regulasi agar perbedaan ini tidak terjadi.
    The main cause of disagreement is due to different machines and programming languages used that result in different calculation results. This is called the round-off error. For example, computer A calculates that the moon conjunctions is on 3 November 2013 23:59:58 (JD = 2456600.49998), while computer B is on 4 November 2013 00:01:08 (JD = 2456600.50079), although the difference is small (70 seconds or 0.00081 days) but it is accounted as one whole day (3rd November and 4th November according to A and B respectively). This is because the moon conjunctions occured around the day change, even though it rarely happens but it exists. I leave it to be solved by the calendar committee.


fu

Kalender Buddha Baru (Astronomis)


Pilih Tahun:   

Loader.gif

Rujukan:

1. Gambhiro Bhikkhu & Hasapanno Bhikkhu, Calculating The Uposatha Moondays, v1.0 - 24th November 2015.
2. Jean Meeus, Astronomical Algorithm, Willmann-Bell Inc., Virginia, Second Edition, 1991.


Friday, November 25, 2016

Kalender Buddha Suriyayatra

Kekurangan dari formula Suriyayatra adalah penentuan tahun Adhikamasa/kabisat yang tidak akurat. Oleh karena itu, saya juga membuat Kalender Buddha Fase Bulan Sejati yang jauh lebih baik dibandingkan perhitungan Suriyayatra. Check it out!
Kalender Buddha Suriyayatra adalah kalender berjenis lunisolar arithmatis. Artinya perhitungan memakai siklus bulan dan matahari sedangkan kata arithmatis mengacu kepada jumlah hari dalam setiap bulan yang ditentukan secara arithmatika sama halnya seperti kalender masehi atau kalender jawa. Berikut adalah kalender Uposatha, Terang Gelap, dan Hari Raya Agama Buddha menurut perhitungan Suriyayatra.

Dharma Wheel

Kalender Buddha Suriyayatra


Pilih Tahun:

Loader.gif


Oleh karena panjang setahun siklus bulan lebih pendek dari matahari maka tipikal kalender lunisolar adalah terdapatnya interkalasi bulan atau bulan pengganjal tahun. Interkalasi harus dilakukan agar siklus bulan kembali sinkron dengan matahari.

Baca seluruhnya...

Jika dalam kalender imlek interkalasi bulan atau Lungwee bisa terjadi antara bulan 1 sampai 11 maka dalam kalender Buddha interkalasi selalu dipasang pada bulan Asalha (Asadha). Jadi pada tahun dimana terdapat interkalasi akan ada dua bulan Asalha dan biasanya dinamakan sebagai Asalha pertama dan Asalha kedua. Tahun dimana terdapat interkalasi bulan disebut tahun Adhikamasa.

Tabel 1. Nama Bulan dan Jumlah Hari Dalam Kalender Buddha
#Bulan (Sansekerta)Bulan (Pali)Jumlah Hari
01Caitra Citta29 hari
02Vaisakha Visakha30 hari
03Jyaistha Jettha29 hari
04Asadha Asalha30 hari
05Sravana Savana29 hari
06Bradapada Bhaddapada30 hari
07Asvina Pavarana29 hari
08Karttika Kattika30 hari
09Margasirsa Magasira29 hari
10Pausa Phusa30 hari
11Magha Magha29 hari
12Phalguna Phagguna30 hari
Total: 6 x (29+30) = 354 hari

Kalender Buddha memakai perhitungan Mahayuga. Satu mahayuga setara dengan 4.320.000 tahun atau terdiri dari 1.577.917.800 hari, jadi panjang satu tahun matahari menurut perhitungan mahayuga = 1.577.917.800 / 4.320.000 = 365.25875 hari. Angka ini berselisih 0.01656 hari dibandingkan dengan panjang satu tahun tropis (365.24219 hari) dan hampir sama dengan panjang satu tahun sideris yaitu 365.25636 hari.

(*) Satu tahun tropis atau satu tahun matahari adalah waktu yang diperlukan bumi mengitari matahari satu revolusi penuh yaitu interval waktu antara ekuinoks vernal dari tahun ke tahun. Tahun sideris adalah waktu yang dibutuhkan oleh Bumi untuk berputar mengelilingi Matahari dalam sekali putaran terhadap bintang tetap. Oleh sebab itu, satu tahun sideris juga merupakan waktu yang dibutuhkan oleh Matahari untuk kembali ke posisi yang sama terhadap bintang tetap setelah mengelilingi ekliptika.

Karena panjang setahun matahari mahayuga adalah 365.25875 hari maka siklus bulan setiap tahunnya ketinggalan atau tekor sebesar 365.25875 - 354 = 11.25875 hari. Untuk menutupi kekurangan tersebut dalam kurun waktu 19 tahun (siklus meton) kalender Buddha harus menyisipkan 7 kali bulan tambahan (Asalha tambahan @ 30 hari)

19 tahun mahayuga = 19 x 365.25875 = 6939.91625
19 tahun Buddha = 19 x 354 + 7 x 30 = 6936
-----------------------------------------------------------
Selisih = 3.91625 hari.

Ternyata dalam kurun waktu 19 tahun masih ada selisih 3.91625 hari. Untuk menutupi kekurangan ini diperkenalkan konsep tahun Adhikavara yaitu tahun dimana bulan Jettha ditambah satu hari sehingga menjadi 30 hari. Penambahan tersebut dilaksanakan dalam kurun waktu yang lebih panjang yaitu 57 tahun (3 kali siklus meton) sebanyak 11 kali.

57 tahun mahayuga = 3 x 6939.91625 = 20819.74875
57 tahun Buddha = 3 x 6936 = 20808
------------------------------------------------------------
Selisih = 11.74875 atau 11 hari.

Penyimpangan kalender Buddha terhadap tahun tropis selama 57 tahun adalah

(20808 + 11) - (57 x 365.24219) =
20819 - 20818.80483 =
0.19517 hari.

Apabila periode 57 tahun kalender Buddha hendak disinkronkan dengan 57 tahun tropis, koreksi pengurangan 1 hari seharusnya diberikan setiap 292 tahun sekali. Koreksi ini penting agar dalam kurun waktu yang panjang kalender Buddha tidak terhanyut (drifted), agar kalender dan keadaan alam sebenarnya tidak berbeda terlalu jauh.

Patokan Tahun Buddha dan Notasi Tahun Astronomis

Secara tradisonal patokan tahun dari kalender Buddha adalah tahun Sang Buddha parinibbana yaitu 543 SM. Dalam artikel The Date of Birth of Prince Siddhartha Gautama, saya menghitung dan memperkirakan Sang Buddha parinibbana pada hari Senin tanggal 30 Mei 543 SM.

Pembaca umum tentu lebih mahfum dengan notasi tahun sejarah yaitu yang memakai imbuhan SM (Sebelum Masehi) untuk angka tahun negatif. Sistem tahun sejarah tidak mengenal tahun nol jadi sebelum tahun 1 M (Masehi) adalah tahun 1 SM (Sebelum Masehi). Namun ilmuwan eksakta lebih suka memakai notasi tahun astronomis yang mengenal tahun nol. Tabel 2 berikut menjelaskan hubungan kedua notasi yang dikaitkan dengan patokan tahun Buddha atau Era Buddha atau Buddhis Era (BE) dan Sebelum Buddhist Era (SBE).

Masehi 623
SM
..544
SM
543
SM
..1
SM
1
M
..2016
M
..
Astronomis -622..-543-542..01..2016..
Buddha 80
SBE
..1
SBE
1
BE
..543
BE
544
BE
..2560
BE
..

Formula Suriyayatra

Berhubung Shangha Theravada Indonesia saat ini memakai kalender Thailand sebagai acuan maka referensi utama dalam artikel juga berasal dari sana. Kecuali peringatan Waisak nasional yang ditentukan khas Indonesia yaitu secara astronomis, hari-hari peringatan yang lain memakai acuan kalender Thailand.

Sebuah tahun Adhikamasa atau Adhikavara dapat ditentukan dengan formula Suriyayatra(1). Formula ini sesungguhnya diturunkan berdasarkan model tata surya yang disederhanakan yaitu model lingkaran jarum jam. Kerangka dari model ini bukanlah seperti kerangka model mekanika eliptikal keplerian, dan variasi kecepatan bulan dalam orbit tidak dipertimbangkan. Oleh karena itu selalu ada ketidakakuratan pada hari tertentu antara hasil dan pengamatan yang dibuat dengan teleskop (atau melalui penglihatan dengan mata telanjang) tentang kejadian yang sebenarnya. Akan tetapi model ini, dengan adhikamasa dan adhikavaranya, telah berhasil membuat kalender Buddha tetap sinkron dengan siklus periodik dari benda-benda langit dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Dengan formula Suriyayatra kita bisa menghitung kalender lunisolar aritmatikal Buddha Thailand, namun hasilnya tidak selalu sama dengan kalender resmi yang dikeluarkan karena kalender resmi Buddha Thailand tidak reguler sepanjang sejarahnya. Ada tahun-tahun dimana adhikavara harus ditentukan oleh Komisi Kalender Kerajaan dan keputusan komisi ini tidaklah sama dengan hasil perhitungan.

Prosedur penentuan adhikamasa dan adhikavara terdiri dari dua tahap. Tahap pertama menghitung besaran-besaran berdasarkan formula-formula atau rumus-rumus yang diberikan dan tahap kedua menentukan adhikamasa dan adhikavara memakai aturan-aturan yang diberikan. Prosedur perhitungan tahap pertama memakai konstanta-konstanta dan sebagian darinya bisa dijelaskan seperti berikut ini.

Lamanya satu Era Mahayuga adalah 800 Tahun
cEraTahun = 800 Tahun
cEraHari = 800 x 365.25875 = 292207 Hari

Hubungan antara hari matahari dan bulan adalah
1 bulan synodic = 29.53 hari
30 hari synodic = 29.53 hari
1 Tithi (1 hari synodic) = 29.53/30 hari
1 Tithi (pendekatan) = 692/703 hari
703 Tithi = 692 hari
(*) Satu bulan synodic adalah waktu yang diperlukan bulan untuk mencapai fase visual yang sama.

Penyederhanaan hubungan antara hari matahari dan bulan menjadi bilangan-bilangan integer seperti diatas sangat diperlukan agar perhitungan bisa dilakukan secara manual oleh orang awam.

cSiklusHari = 692 hari
cSiklusTithi = 703 hari
cDeltaTithi = 703 - 692 = 11 hari

Tabel 2. Berbagai Konstanta Dalam Formula Suriyayatra
KonstantaNilai Keterangan
cDeltaCS638 Selisih Masehi - CS (Chulasakkarat)
cEraTahun 800 Jumlah tahun dalam satu kurun
cEraHari 292207 Jumlah hari dalam satu kurun
cEraOffset 373 Ofset kurun Horakhun
cUEraOffset 2611 Ofset kurun Uccabala
cAEraOffset 650 Ofset kurun Avoman
cUBasis 3232 Basis untuk 360° Uccabala
cHariBulan 30 Jumlah hari dalam sebulan
cSiklusHari 692 Jumlah hari dalam satu siklus
cSiklusTithi 703 Tithi dalam satu siklus
cDeltaTithi 11 Peningkatan Tithi harian
cKDayInc 800 Kammacubala daily increase

Berikut adalah contoh prosedur perhitungan tahap pertama untuk tahun 1963 Masehi (CS 1325)

Tahun_CS = Tahun_Masehi - cDeltaCS
Tahun_CS = 1963 - 638 = 1325
a1 =(Tahun_CS x cEraHari) + cEraOffset
a1 = (1325 x 292207) + 373 = 387174648
Horakhun = int (a1 / cEraTahun) + 1
Horakhun = int (387174648 / 800) + 1 = 483969
Kammacubala = cEraTahun - (a1 mod cKDayInc)
Kammacubala = 800 - (387174648 mod 800) = 552
a2 =(Horakhun * cDeltaTithi) + cAEraOffset
a2 = (483969 * 11) + 650 = 5324309
b =int (a2 / cSiklusHari)
b = int (5324309 / 692) = 7694
Avoman = a2 mod cSiklusHari
Avoman = 5324309 mod 692 = 61
Masaken = int ((b + Horakhun) / cHariBulan)
Masaken = int ((7694 + 483969 / 30) = 16388
Tithi = (b + Horakhun) mod cHariBulan
Tithi = (7694 + 483969) mod 30 = 23
Uccabala = (Horakhun + cUEraOffset) mod cUBasis
Uccabala = (483969 + 2611) mod 3232 = 1780

Dan selanjutnya adalah prosedur tahap kedua yaitu menentukan adhikamasa dan adhikavara berdasarkan hasil-hasil diatas.

Aturan Adhikamasa

Sebuah tahun mungkin merupakan adhikamasa:
  • IF 24 >= Tithi <=29,
  • OR 0 >= Tithi <= 5,
  • THEN tahun mungkin adhikamasa.
Akan tetapi:
  • IF tahun berikutnya (tahun + 1) juga memenuhi persyaratan diatas,
  • THEN tahun bukanlah adhikamasa, dan tahun berikutnya (tahun + 1) adalah adhikamasa.
Adhikamasa tidak diperkenankan terjadi dalam tahun yang berturutan, dan jarak diantaranya yang diijinkan adalah maksimum 2 tahun. Jika tahun berikutnya memenuhi persyaratan, maka adhikamasa akan ditugaskan kepada tahun tersebut dan bukan tahun yang sekarang. Pada contoh diatas untuk tahun CS 1325, Tithi sama dengan 23, dan tidak memenuhi persyaratan pertama, jadi tahun ini bukan adhikamasa.

Aturan Adhikavara

Tentukan terlebih dahulu apakah sebuah tahun adalah kabisat atau tidak:
  • IF Kammacubala <= 207,
  • THEN tahun adalah kabisat.
Tahun mungkin merupakan adhikavara:
  • IF tahun adalah kabisat DAN Avoman <= 126,
  • THEN tahun mungkin adhikavara.
  • ELSE IF tahun adalah bukan kabisat DAN Avoman <= 137,
  • THEN tahun mungkin adhikavara.
Namun:
  • IF tahun adalah adhikamasa,
  • THEN tahun tidak boleh dijadikan adhikavara.
  • ELSE IF terdapat adhikavara tunggakan* dari tahun sebelumnya,
  • THEN tahun ini akan menjadi adhikavara.

Pada contoh diatas untuk tahun CS 1325: Tahun tersebut bukan adhikamasa, jadi kita harus memeriksa adikavara. Kammacubala sama dengan 552 jadi bukan kabisat. Avoman sama dengan 61, jadi tahun memenuhi syarat sebagai adhikavara.

Sekarang jika kita telah mangetahui apakah sebuah tahun adalah adhikamasa, adhikavara atau reguler maka tanggal-tanggal uposatha bisa dirancang mengikuti Tabel 3 dan Table 4.

Tabel 3. Tanggal Uposatha Tahun Reguler dan Adhikavara
Musim Dingin (Hemantotu)
1 Magasira15 Magasira
1 Phusa 15 Phusa
1 Magha 15 Magha
1 Phagguna 15 Phagguna
Musim Panas (Gimhotu)
1 Citta 15 Citta
1 Visakha 15 Visakha
1 Jettha 15 Jettha
1 Asalha 15 Asalha
Musim Hujan (Vassanotu)
1 Savana 15 Savana
1 Bhaddapada 15 Bhaddapada
1 Pavarana 15 Pavarana
1 Kattika 15 Kattika
Musim Dingin (Hemantotu)
1 Magasira 15 Magasira
1 Phusa 15 Phusa

Tabel 4. Tanggal Uposatha Tahun Adhikamasa
Musim Dingin (Hemantotu)
1 Magasira15 Magasira
1 Phusa 15 Phusa
1 Magha 15 Magha
1 Phagguna 15 Phagguna
Musim Panas (Gimhotu)
1 Citta 15 Citta
1 Visakha 15 Visakha
1 Jettha 15 Jettha
1 Asalha I 15 Asalha I
1 Asalha II 15 Asalha II
Musim Hujan (Vassanotu)
1 Savana 15 Savana
1 Bhaddapada 15 Bhaddapada
1 Pavarana 15 Pavarana
1 Kattika 15 Kattika
Musim Dingin (Hemantotu)
1 Magasira 15 Magasira

Meskipun demikian, hasil perhitungan kalender ini belum tentu sama dengan yang diputuskan oleh Komite Kalender. Mereka merencanakan beberapa tahun ke depan, dan mungkin menetapkan adhikavara kepada tahun yang berbeda untuk alasan yang tidak kita ketahui. Dalam dua dekade yang lalu (1977 - 1997), teramati setidaknya ada tiga tahun dimana adhikavara tidak reguler, dan tahun-tahun sesudahnya selalu sama dengan perhitungan rumus Suriyayatra(1).

(*)Adhikavara tunggakan artinya adalah bahwa tahun sebelumnya memenuhi persyaratan baik sebagai adhikamasa maupun adhikavara, jadi tahun tersebut tidak diijinkan untuk ditugaskan sebagai adhikavara, melainkan akan "dibawa" dan selanjutnya ditugaskan sebagai adhikavara kepada tahun berikutnya. Di Thailand, tahun adhikamasa (tahun dengan bulan Asalha tambahan) tidak diperkenankan untuk jatuh bersamaan dengan tahun adhikavara (tahun dengan penambahan satu hari pada bulan Jettha), sedangkan di Myanmar hal tersebut diperbolehkan.

Hari Raya Agama Buddha

Magha Puja ('Hari Raya Sangha'): Tanggal 15 Magha.
Memperingati pertemuan spontan 1.250 Arahat kepada mereka Buddha memberikan nasihat mengenai dasar-dasar dari Disiplin (Ovada Patimokkha).

Vesakha Puja ('Hari Raya Buddha'): Tanggal 15 Visakha.
Memperingati kelahiran, pencerahan dan wafat dari Sang Buddha.

Asalha Puja ('Hari Raya Dhamma'): Tanggal 15 Asalha.
Memperingati kothbah pertama Buddha, diberikan kepada lima orang samana di Taman Rusa di Sarnath, dekat Varanasi. Tradisi Retreat (Vassa) Musim Penghujan dimulai pada hari berikutnya.

Hari Awal Vassa: Tanggal 16 Asalha.
Hari ini menandai awal dari tiga bulan masa Vassa (retreat).

Pavarana Day (Hari Akhir Vassa): Tanggal 15 Pavarana.
Hari ini menandai akhir dari tiga bulan masa Vassa (retreat). Selama bulan berikutnya, orang awam bisa menyumbangkan jubah Kathina sebagai bagian dari upacara sedekah umum.

Hari Awal Kathina = Tanggal: 16 Pavarana.
Hari Akhir Kathina = 15 Kattika;

Rujukan:

1. Gambhiro Bhikkhu & Hasapanno Bhikkhu, Calculating The Uposatha Moondays, v1.0 - 24th November 2015.
2. Wikipedia. Buddhist Calendar
3. Wikipedia. Thai Lunar Calendar

Wednesday, August 24, 2016

Prince Siddharta Birth Of Date

When was Prince Siddhartha born? Historians agreed that Prince Siddhartha born in 623 BCE (or -622 in astronomical year notation). What month and date he was born we will discuss here.

There are two hints could be used to estimate Prince Siddhartha's date of birth.

  • He was born on the full moon of Vesak and
  • He was born on the eighth day of the fourth month of Chinese calender that traditionally marked as the Buddha's birthday

Baca seluruhnya...

Vesak celebration has three meanings i.e.,
  • The birth of Prince Siddhartha in Lumbini in 623 BC
  • Prince Siddhartha attain supreme enlightenment and became Buddha in the Buddha-Gaya (Bodhgaya) at the age of 35 years old in 588 BC and
  • Gautama Buddha passed away (parinibbana) in Kusinara at age 80 in 543 BC.
Vesak is the name of the month in the ancient Indian calendar. It is approximately fall on May according to western calendar and the celebration is carried on the first full moon in May.

While the Buddha's birthday marked in Chinese calendar has two meanings i.e.,

  • The celeberation of Sakyamuni Buddha birthday and
  • The celebration of Three Realms philosophy i.e. Kamadhatu (sensual desire realm), Rupadhatu (form or substance realm) dan Arupadhatu (formless realm).

1. BOD estimation by using the full moon of Vesak

By using New Moon And Full Moon calculator (or Uposatha calculator) and selecting the year of -622, I get information as shown in Table 1.

Table 1. New Moon and Full Moon Of 623 BCE.
Beijing Datetime (UT+8)    ΔT = 5h17m42s
Ceit (First Day)Capgo (15th Day)Purnama (Full Moon)
-622-Jan-02 03:33:09-622-Jan-16Fri. -622-Jan-16 14:06:18
-622-Jan-31 13:52:40-622-Feb-14Sun. -622-Feb-15 08:26:21
-622-Mar-01 22:45:59-622-Mar-15Tue. -622-Mar-17 01:07:27
-622-Mar-31 06:57:35-622-Apr-14Wed. -622-Apr-15 15:31:55
-622-Apr-29 15:28:58-622-May-13 Fri. -622-May-15 03:39:32
-622-May-29 01:19:44-622-Jun-12Sat. -622-Jun-13 13:50:26
-622-Jun-27 13:11:10-622-Jul-11Sun. -622-Jul-12 22:37:40
-622-Jul-27 03:17:54-622-Aug-10Tue. -622-Aug-11 06:46:24
-622-Aug-25 19:28:32-622-Sep-08Wed. -622-Sep-09 15:10:51
-622-Sep-24 13:08:44-622-Oct-08Fri. -622-Oct-09 00:45:05
-622-Oct-24 07:20:51-622-Nov-07Sat. -622-Nov-07 12:08:32
-622-Nov-23 00:47:54-622-Dec-07Mon. -622-Dec-07 01:32:05
-622-Dec-22 16:14:59-621-Jan-05Tue. -621-Jan-05 16:36:30

By looking at Table 1, I immediately know Prince siddhartha was born on Friday, May 15th 623 BCE. With the same way I could know he attained enlightenment on Tuesday, May 17th 588 BCE and passed away on Monday, May 30th 543 BCE.

2. BOD estimation with Chinese calender

The Chinese calendar explicitly mentions the date and month of birth of Prince Siddharta. By using Yin Yang Li Calculator and selecting the year of -622, give me a table as presented below.

Table 2. Result of Yin Yang Calculator for 623 BCE.
ΔT = 5h17m
Beijing
Date
Day
#
Month
#
Year Of
Conf.
Era
Astro.
Day
of
Week
-622-Jan-3111-71Sat
-622-Mar-0212-71Mon
-622-Mar-3113-71Tue
-622-Apr-291Lun 3-71Wed
-622-May-2914-71Fri
-622-Jun-2715-71Sat
-622-Jul-2716-71Mon
-622-Aug-2617-71Wed
-622-Sep-2418-71Thu
-622-Oct-2419-71Sat
-622-Nov-23110-71Mon
-622-Dec-22111-71Tue
-621-Jan-21112-71Thu
-621-Feb-1911-70Fri

From Table 2, I found that the first day of the fourth month falls on Friday, May 29th 623 BCE. By counting the day up to the day eighth, I get Prince Siddhartha's date of birth is on Friday, April 5th 623 BCE.

Note:

    Uncertainty of 5 hours 17 minutes or approximately one-fifth of the day is good enough for the calculation that spans 2638 years from 2015 CE to 623 BCE backward.

3. Conclusion

If there was no intercalary month (Lun 3) in the calendar at that time, then the date of birth of Prince Siddhartha will be corrected by 30 days back to Wednesday, May 6th 623 BC. A result that is nearly the same as the calculation based on the full moon of Vesak because the eighth day of the fourth month is not a full moon day (according to Chinese calendar, a full moon day is always around the 15th day of a month). In my subjective opinion, this is due to
  • The assumption that Vesak is equal to May might be wrong and give errors.
  • Calculation of the true sun (定期 Dingqi) and the true moon (定朔 Dingshuo) used since the calendar reform in 1645 AD up to present, in a certain degree, is different to the calculation of the mean solar system (Pingqi 平 氣) and the average month (Pingshuo 平朔) used at that time. Therefore, the presence or absence of an intercalary month, LUN 3, could only be verified by means of:
    • Creating a calendar program utilizes system of that era.
    • Accessing and checking the calendar of Chinese empire dated 623 BC.
Hope this article is usefull.

Reference:

1. Wikipedia: Waisak

2. Palmer, Martin, et al.,T'ung Shu: The Ancient Chinese Almanac, edited and translated, Vinpress, Malaysia, 1991.

3. Chinese History Calendar, Chronology, Astronomy