Wednesday, August 24, 2016

Prince Siddharta Birth Of Date

When was Prince Siddhartha born? Historians agreed that Prince Siddhartha born in 623 BCE (or -622 in astronomical year notation). What month and date he was born we will discuss here.

There are two hints could be used to estimate Prince Siddhartha's date of birth.

  • He was born on the full moon of Vesak and
  • He was born on the eighth day of the fourth month of Chinese calender that traditionally marked as the Buddha's birthday

Baca seluruhnya...

Vesak celebration has three meanings i.e.,
  • The birth of Prince Siddhartha in Lumbini in 623 BC
  • Prince Siddhartha attain supreme enlightenment and became Buddha in the Buddha-Gaya (Bodhgaya) at the age of 35 years old in 588 BC and
  • Gautama Buddha passed away (parinibbana) in Kusinara at age 80 in 543 BC.
Vesak is the name of the month in the ancient Indian calendar. It is approximately fall on May according to western calendar and the celebration is carried on the first full moon in May.

While the Buddha's birthday marked in Chinese calendar has two meanings i.e.,

  • The celeberation of Sakyamuni Buddha birthday and
  • The celebration of Three Realms philosophy i.e. Kamadhatu (sensual desire realm), Rupadhatu (form or substance realm) dan Arupadhatu (formless realm).

1. BOD estimation by using the full moon of Vesak

By using New Moon And Full Moon calculator (or Uposatha calculator) and selecting the year of -622, I get information as shown in Table 1.

Table 1. New Moon and Full Moon Of 623 BCE.
Beijing Datetime (UT+8)    ΔT = 5h17m42s
Ceit (First Day)Capgo (15th Day)Purnama (Full Moon)
-622-Jan-02 03:33:09-622-Jan-16Fri. -622-Jan-16 14:06:18
-622-Jan-31 13:52:40-622-Feb-14Sun. -622-Feb-15 08:26:21
-622-Mar-01 22:45:59-622-Mar-15Tue. -622-Mar-17 01:07:27
-622-Mar-31 06:57:35-622-Apr-14Wed. -622-Apr-15 15:31:55
-622-Apr-29 15:28:58-622-May-13 Fri. -622-May-15 03:39:32
-622-May-29 01:19:44-622-Jun-12Sat. -622-Jun-13 13:50:26
-622-Jun-27 13:11:10-622-Jul-11Sun. -622-Jul-12 22:37:40
-622-Jul-27 03:17:54-622-Aug-10Tue. -622-Aug-11 06:46:24
-622-Aug-25 19:28:32-622-Sep-08Wed. -622-Sep-09 15:10:51
-622-Sep-24 13:08:44-622-Oct-08Fri. -622-Oct-09 00:45:05
-622-Oct-24 07:20:51-622-Nov-07Sat. -622-Nov-07 12:08:32
-622-Nov-23 00:47:54-622-Dec-07Mon. -622-Dec-07 01:32:05
-622-Dec-22 16:14:59-621-Jan-05Tue. -621-Jan-05 16:36:30

By looking at Table 1, I immediately know Prince siddhartha was born on Friday, May 15th 623 BCE. With the same way I could know he attained enlightenment on Tuesday, May 17th 588 BCE and passed away on Monday, May 30th 543 BCE.

2. BOD estimation with Chinese calender

The Chinese calendar explicitly mentions the date and month of birth of Prince Siddharta. By using Yin Yang Li Calculator and selecting the year of -622, give me a table as presented below.

Table 2. Result of Yin Yang Calculator for 623 BCE.
ΔT = 5h17m
Beijing
Date
Day
#
Month
#
Year Of
Conf.
Era
Astro.
Day
of
Week
-622-Jan-3111-71Sat
-622-Mar-0212-71Mon
-622-Mar-3113-71Tue
-622-Apr-291Lun 3-71Wed
-622-May-2914-71Fri
-622-Jun-2715-71Sat
-622-Jul-2716-71Mon
-622-Aug-2617-71Wed
-622-Sep-2418-71Thu
-622-Oct-2419-71Sat
-622-Nov-23110-71Mon
-622-Dec-22111-71Tue
-621-Jan-21112-71Thu
-621-Feb-1911-70Fri

From Table 2, I found that the first day of the fourth month falls on Friday, May 29th 623 BCE. By counting the day up to the day eighth, I get Prince Siddhartha's date of birth is on Friday, April 5th 623 BCE.

Note:

    Uncertainty of 5 hours 17 minutes or approximately one-fifth of the day is good enough for the calculation that spans 2638 years from 2015 CE to 623 BCE backward.

3. Conclusion

If there was no intercalary month (Lun 3) in the calendar at that time, then the date of birth of Prince Siddhartha will be corrected by 30 days back to Wednesday, May 6th 623 BC. A result that is nearly the same as the calculation based on the full moon of Vesak because the eighth day of the fourth month is not a full moon day (according to Chinese calendar, a full moon day is always around the 15th day of a month). In my subjective opinion, this is due to
  • The assumption that Vesak is equal to May might be wrong and give errors.
  • Calculation of the true sun (定期 Dingqi) and the true moon (定朔 Dingshuo) used since the calendar reform in 1645 AD up to present, in a certain degree, is different to the calculation of the mean solar system (Pingqi 平 氣) and the average month (Pingshuo 平朔) used at that time. Therefore, the presence or absence of an intercalary month, LUN 3, could only be verified by means of:
    • Creating a calendar program utilizes system of that era.
    • Accessing and checking the calendar of Chinese empire dated 623 BC.
Hope this article is usefull.

Reference:

1. Wikipedia: Waisak

2. Palmer, Martin, et al.,T'ung Shu: The Ancient Chinese Almanac, edited and translated, Vinpress, Malaysia, 1991.

3. Chinese History Calendar, Chronology, Astronomy

Monday, July 4, 2016

Menentukan Lebaran Berdasarkan Kalender Imlek

Pengetahuan ini saya peroleh dari orang tua sendiri. Orang tua saya juga mendapatkannya dari orang tua mereka dan disampaikan secara lisan turun temurun. Entah berapa generasi sudah berlangsung.

Kalender Imlek adalah kalender astronomi berjenis luni-solar, dimana siklus bulan diselaraskan dengan siklus matahari. Bagian lunar dari kalender imlek pada dasarnya memakai perhitungan yang sama dengan kalender Hisab bulan. Perbedaanya terletak dari penentuan tanggal 1 atau awal bulan. Kalender imlek menetapkan tanggal 1 bulan imlek pada saat bulan konjungsi penuh (gelap sempurna) sedangkan kalender Hisab pada saat Hilal baru mulai terlihat. Dengan melihat perbedaan inilah orang kemudian membuat cara atau perhitungan sederhana dalam menentukan hari Raya Lebaran berdasarkan Kalender Imlek.

Cara tersebut adalah sebagai berikut:

Baca seluruhnya..
    Jika bulan imlek yang lalu (sebelum lebaran) adalah bulan kecil (berjumlah 29 hari) maka hari Raya Lebaran jatuh pada tanggal 3 imlek bulan berikutnya.
    Jika bulan imlek yang lalu (sebelum lebaran) adalah bulan besar (berjumlah 30 hari) maka hari Raya Lebaran jatuh pada tanggal 2 imlek bulan berikutnya.

Berikut adalah contoh untuk tahun 2016:
IMLEKMASEHIHIJRIAH
Thn.BlnTgl.Thn.Bln.Tgl.Thn.Bln.Tgl.
KeraV (Kecil) 292016 Juli31436Rama dhanh-3
KeraVI12016 Juli41436Rama dhanh-2
KeraVI22016 Juli51436Rama dhanh-1
KeraVI32016 Juli61437Syawal1 (Lebaran)

Dan ini adalah contoh untuk tahun lalu 2015:
IMLEKMASEHIHIJRIAH
Thn.BlnTgl.Thn.Bln.Tgl.Thn.Bln.Tgl.
Kam bingV (Besar) 302015 Juli151435Rama dhanh-2
Kam bingVI12015 Juli161435Rama dhanh-1
Kam bingVI22015 Juli171436Syawal1 (Lebaran)

Dan yang terakhir ini adalah untuk tahun depan (2017):
IMLEKMASEHIHIJRIAH
Thn.BlnTgl.Thn.Bln.Tgl.Thn.Bln.Tgl.
AyamV (Kecil) 292017 Juni231437Rama dhanh-3
AyamVI12017 Juni241437Rama dhanh-2
AyamVI22017 Juni251437Rama dhanh-1
AyamVI32017 Juni261438Syawal1 (Lebaran)

Jika dibandingkan dengan hasil perhitungan astronomi, yaitu dengan menggunakan ketentuan bahwa hilal biasanya terlihat jika jarak antara konjungsi dengan saat matahari terbenam adalah lebih dari 8 jam dan ketinggian hilal lebih besar 2 derajat, dalam kurun waktu 210 tahun (1900 s/d 2102) terdapat 28 kali kesalahan. Dengan demikian penentuan lebaran berdasarkan kalender imlek ini memiliki akurasi sebesar 86 persen saja.

Tabel 1. Ketidakakuratan Penentuan Lebaran
Dengan Menggunakan Kalender Imlek
Dalam Kurun Waktu 210 Tahun (1900 - 2102)
Tanggal
Masehi
Idul Fitri
Tanggal
Imlek
Idul Fitri
Tahun
Hijriah
Idul Fitri
Umur
Bulan
(Imlek)
Sebelumnya
02-02-1900 03-01-2451131730 hari
09-12-1904 03-11-2455132230 hari
27-10-1908 03-10-2459132630 hari
16-10-1909 03-09-2460132730 hari
12-10-1942 03-09-2493136130 hari
17-07-1950 03-06-2501136930 hari
28-10-1973 03-10-2524139330 hari
06-10-1975 02-09-2526139529 hari
30-06-1984 02-06-2536140429 hari
05-04-1992 03-03-2543141230 hari
25-03-1993 03-03-2544141330 hari
14-03-1994 03-02-2545141430 hari
24-10-2006 03-09-2557142730 hari
13-10-2007 03-09-2558142830 hari
30-08-2011 02-08-2562143229 hari
25-06-2017 02-06-2568143829 hari
10-03-2027 03-02-2578144830 hari
27-02-2028 03-02-2579144930 hari
08-10-2040 03-09-2591146230 hari
24-08-2044 02-L7-2595146629 hari
13-07-2048 03-06-2599147030 hari
02-07-2049 03-06-2600147130 hari
22-02-2061 03-02-2612148330 hari
18-07-2080 02-06-2631150329 hari
14-05-2086 02-04-2637150929 hari
02-04-2090 03-03-2641151330 hari
22-03-2091 03-02-2642151430 hari
10-03-2092 03-02-2643151530 hari

Demikian urun rembuk dari saya semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan. Mohon dikoreksi jika ada kesalahan,

Rujukan:

1. Jean Meeus, Astronomical Algorithm, Willmann–Bell Inc., Virginia, Second Edition, 1991. Terutama Bab 4. Phase of the Moon (algoritma untuk menghitung konjungsi bulan penuh).

Thursday, June 2, 2016

Menghitung Pilar Jam

Pilar Jam baru dapat ditentukan setelah Pilar Hari diketahui. Pilar Jam dibentuk dengan cara menggabungkan Batang Langit atau aksara pertama dari Pilar Hari dengan Cabang Bumi dari jam kelahiran. Cara penggabungannya (kombinasi) adalah berdasarkan rumusan Tabel 1 dibawah ini.

Baca seluruhnya...

Misalkan tanggal lahir anda 17 Agustus 1975 pukul 17:34, dengan bantuan Kalkulator Pilar Hari diperoleh Pilar Hari = Yǐwei 乙未 dengan demikian Batang Langit dari Pilar Hari adalah Yǐ 乙 yang menempati kolom ketiga dari Tabel 1. Sedangkan Cabang Bumi untuk kelahiran jam 17:34 ditemukan pada baris kesepuluh dari kolom pertama bertajuk 'Rentang Jam' yakni You 酉 (17:00 - 18:59). Jadi Pilar Jam kelahiran anda adalah pada persilangan antara kolom ketiga dan baris kesepuluh yaitu Yiyou (乙酉).

Tabel 1. Pembentukan Pilar Jam
Pembentukan Pilar Jam

Kalkulator Pilar Jam

Berikut adalah kalkulator Pilar Jam yang dibuat berdasarkan Tabel 1. diatas
Batang Langit Pilar Hari:        Rentang Jam:     

Semoa bermanfaat.

Wednesday, May 18, 2016

Menghitung Pilar Hari

Pilar Hari bisa dihitung tanpa bantuan tabel astronomi. Nomor indeks dalam Tabel 1. Enampuluh Jiazi dibawah ini dapat dihitung jika kita mengetahui sebuah hari patokan, misalnya Minggu, 1 Januari 2016 adalah hari Renwu 壬午 yang berindeks 18 (*), maka nomor indeks Pilar Hari yang lain bisa dihitung dengan algoritma / rumus:

A = sisa pembagian (Rentang Hari/60) + 18
B = A + 60
Indeks Pilar Hari = sisa pembagian (B / 60)

Baca seluruhnya...

Tabel 1. Enampuluh Jiazi
Enampuluh Jiazi

(*) Dalam Tabel 1. Enampuluh Jiazi, angka / nomor indeks 0 digunakan sebagai nomor urut pertama atau Jiazi 甲子.

Menghitung rentang hari antara tanggal patokan dan tanggal yang akan dicari pilar harinya merupakan kesulitan utama jika dilakukan secara manual, namun dengan bantuan program komputer hal tersebut dapat dikerjakan dengan mudah.

Kalkulator Pilar Hari

Berikut adalah kalkulator Pilar Hari yang dibuat berdasarkan rumus tersebut.
Tanggal:


Bersambung...... Menghitung Pilar jam

Tuesday, April 26, 2016

Menghitung Pilar Bulan

Pilar Bulan baru dapat ditentukan setelah Pilar Tahun kelahiran diketahui. Untuk membentuk (menghitung) Pilar Bulan, Batang Langit Pilar Tahun yaitu aksara pertama dari Pilar Tahun harus dikombinasikan dengan Cabang Bumi bulan kelahiran. Aturan kombinasi adalah berdasarkan rumusan Tabel 1 dibawah ini.

Misalkan tanggal lahir anda 17 Agustus 1975, dengan bantuan Tabel 2 dalam Menghitung Shio dan Pilar Tahun diperoleh Pilar Tahun = Yǐmao 乙卯 dengan demikian Batang Langit dari Pilar Tahun adalah aksara pertamanya yaitu Yǐ 乙 yang menempati kolom ketiga (Yǐ 乙, Geng 庚) dari Tabel 1. Sedangkan Cabang Bumi untuk kelahiran 17 Agustus bisa ditemukan pada baris ketujuh dari kolom pertama (Bulan dan Tanggal Permulaan Bulan) yakni Shen 申 (7 ±1 Agu.). Jadi Pilar Bulan kelahiran anda adalah pada persilangan antara kolom ketiga dan baris ketujuh yaitu Jiashen (甲申).

Baca seluruhnya...

Seandainya anda lahir tanggal 5 Agustus 1975 maka Pilar Bulan anda adalah Guiwei (癸未), yang terdapat satu baris diatas Jiashen, karena masih berada dibulan Wei (未) yang baru akan berganti menjadi Shen (申) pada tanggal 6, 7, atau 8 Agustus.

Jika anda lahir TEPAT pada tanggal 6, 7, atau 8 Agustus maka anda harus memeriksa data astronomi yang lengkap. Tabel 1 memiliki keterbatasan karena memuat tanggal pergantian bulan dalam bentuk perkiraan saja. Pada tanggal-tanggal perkiraan ini Pilar Bulan tidak bisa diketahui alias diclaimer. Keadaan diclaimer ini berlaku juga untuk tanggal-tanggal perkiraan lainnya seperti yang terlihat pada tabel berikut ini.
5, 6 & 7 Januari6, 7 & 8 Juli.
3, 4 & 5 Februari6, 7 & 8 Agustus
4, 5 & 6 Maret7, 8 & 9 September
4, 5 & 6 April7, 8 & 8 Oktober
5, 6 & 7 Mei6, 7 & 8 Nopember
5, 6 & 7 Juni6, 7 & 8 Desember

Tabel 1. Pembentukan Pilar Bulan
Tabel Pembentukan Pilar Bulan

Kalkulator Pilar Bulan

Berikut adalah kalkulator Pilar Bulan yang dibuat berdasarkan Tabel 1. Pembentukan Pilar Bulan.

Dizhi Bulan:    Tiangan Pilar Tahun:   

Bersambung...... Menghitung Pilar Hari

Wednesday, April 20, 2016

Menghitung Shio dan Pilar Tahun

Shio dan Pilar Tahun kelahiran anda dapat dengan mudah diketahui dengan cara memeriksa Tabel 2. Rentang Tanggal Shio dan Pilar Tahun pada laman ini. Misalkan tanggal kelahiran anda adalah 17 Agustus 1975. Dari entri tahun 1975, diperoleh informasi:

Kelinci 11-Feb-1975 s/d 30-Jan-1976 dan Yǐmǎo 乙卯 04-Feb-1975 s/d 04-Feb-1976.

Karena 17 Agustus 1975 berada dalam jangkauan kedua tanggal tersebut, maka dapat dipastikan bahwa Shio anda adalah Kelinci dan Pilar Tahun anda adalah Yǐmǎo.

Data astronomi yang disajikan pada Tabel 2 dari artikel ini mempunyai jangkauan dari tahun 1940 s/d 2020, dengan tabel ini anda bisa mencari Shio dan Pilar Tahun.

Tabel ini memiliki secuil kekurangan karena data tanggal Lichun (titik awal musim semi; sekitar 4 ±1 Februari) pada kolom paling kanan akurasinya terbatas hanya sampai level hari. Jadi untuk anda yang kebetulan lahir TEPAT pada tanggal Lichun, akan dianggap memiliki Pilar Tahun seperti yang diberikan oleh tabel.

Baca seluruhnya...

Notasi atau penulisan huruf Pilar Tahun (dan juga Pilar Bulan, Pilar Hari, serta Pilar Jam) merupakan paduan dari dua buah huruf mandarin. Huruf pertama berasal dari: 10 Tiangan (天干) atau 10 Batang Langit dan huruf keduanya berasal dari: 12 Dizhi (地支) atau 12 Cabang Bumi
Karena berjumlah sama dengan jumlah shio maka Cabang Bumi biasanya dianggap sama dengan shio, seperti terlihat pada Tabel 1. 12 Shio dan 12 Cabang Bumi.

Tabel 1. 12 Shio dan 12 Cabang Bumi
ShioCabang
Bumi
TikusZi 子
KerbauChou 丑
HarimauYin 寅
KelinciMao 卯
NagaChen 辰
UlarSi 巳
ShioCabang
Bumi
KudaWu 午
KambingWei 未
KeraShen 申
AyamYou 酉
AnjingXu 戌
BabiHai 亥
Sayangnya anggapan ini tidak selalu benar, karena panjang setahun shio (waktu dari sincia ke sincia berikutnya) tidak konstan dan berkisar antara 353 - 364 hari sedangkan panjang setahun Pilar Tahun (waktu dari Lichun ke Lichun berikutnya) relatif tetap 365.25 hari. Jadi untuk tanggal-tanggal disekitar Januari dan Febuari bisa terdapat keadaan dimana anggapan tersebut tidak berlaku benar, seperti yang akan dijelasan berikut ini.


Rentang Waktu Shio dan Pilar Tahun (1943-1945, 2015-2017)
Gambar 1. Rentang Waktu Shio & Pilar Tahun (1943-1945, 2015-2017)

Seseorang yang lahir pada saat dan sesudah sincia namun sebelum Lichun yaitu pada tanggal 25 Jan-1944 s/d 04-Feb-1944, akan bershio Kera dan Pilar Tahun Guiwei(癸未). Dengan perkataan lain, Cabang Bumi Pilar Tahun orang ini masih 未 (Kambing) meskipun lahir ditahun Kera kalender imlek.

Sedangkan yang lahir sehari sesudahnya, tepat pada saat Lichun 05-Feb-1945, akan bershio Kera dan Pilar Tahun Jiashen (甲申). Tanggal-tanggal sesudahnya akan memiliki pasangan Shio dan Pilar tahun yang tetap yaitu Kera-Jiashen, dimana anggapan Kera sama dengan Shen (申) berlaku benar.

Situasi sebaliknya terjadi dalam kasus berikut ini. Seseorang yang lahir pada saat dan sesudah Lichun tetapi sebelum sincia, yaitu pada tanggal 04-Feb-2016 s/d 07-Feb-2016, akan bershio Kambing dan Pilar Tahun Bingshen (丙申). Dengan perkataan lain, Cabang Bumi orang ini adalah 申 (Kera) menurut Pilar Tahun meskipun sincia tahun Kera dari kalender imlek belum terjadi.

Namun yang lahir sehari sesudahnya, tepat pada saat sincia 08-Feb-2016, akan bershio Kera dan Pilar Tahun Bingshen (丙申). Tanggal-tanggal sesudahnya akan memiliki pasangan Shio dan Pilar Tahun yang tetap yaitu Kera-Bingshen, dimana anggapan Kera sama dengan Shen (申) berlaku benar.

Jika anda lahir antara bulan Januari dan Februari, silahkan periksa apakah shio imleknya sama dengan Cabang Bumi Pilar Tahun seperti dalam Tabel 1. 12 Shio dan 12 Cabang Bumi atau tidak.

Tabel 2. Rentang Tanggal Shio & Pilar Tahun
Tabel 3-1 Rentang Tanggal Shio dan Pilar Tahun
Tabel 3-2 Rentang Tanggal Shio dan Pilar Tahun
Tabel 3-3 Rentang Tanggal Shio dan Pilar Tahun
Tabel 3-4 Rentang Tanggal Shio dan Pilar Tahun
Tabel 3-5 Rentang Tanggal Shio dan Pilar Tahun
Tabel 3-6 Rentang Tanggal Shio dan Pilar Tahun
Tabel 3-7 Rentang Tanggal Shio dan Pilar Tahun

Kalkulator Shio dan Pilar Tahun

Berikut adalah kalkulator Pilar Tahun yang dibuat berdasarkan Tabel 2.
s2
s1
Tanggal:


Bersambung...... Menghitung Pilar Bulan

Thursday, March 3, 2016

Bazi (八字) - Empat Pilar

Selain siklus duabelas tahunan atau capjie shio yang digunakan untuk menghitung / mencacah tahun berdasarkan peredaran bulan, terdapat juga siklus enampuluhan (sexagenary cycle) yang digunakan untuk mencacah tahun, bulan, hari, dan jam berdasarkan peredaran matahari. Setiap 60 tahun, 60 bulan, 60 hari, atau 60 jam pencacahan dimulai kembali dari awal. Uniknya hitungan tidak dinyatakan dengan menggunakan angka melainkan dengan memakai 60 buah pasangan huruf mandarin seperti diperlihatkan dalam Tabel 1. Enampuluh Jiazi. Pencacahan dimulai dari Jiazi kemudian Yichou dan seterusnya sampai Guihai. Setelah itu pencacahan akan dimulai kembali dari Jiazi.

Baca seluruhnya...

Tabel ini sesungguhnya dibangun berdasarkan dua set atau himpunan huruf-huruf yang disebut 10 Tiangan (天干) atau 10 Batang Langit dan 12 Dizhi (地支) atau 12 Cabang Bumi yang dipasangkan secara berurutan. Karena huruf mandarin biasanya dituliskan dari atas kebawah seperti membentuk sebuah pilar (kolom) maka sepasang huruf tadi disebut Pilar.

Untuk mencatat waktu secara lengkap diperlukan empat buah pilar (Pilar Tahun, Pilar Bulan, Pilar Hari, dan Pilar Jam). Karena keempat pilar ini tersusun atas delapan buah huruf mandarin maka disebut juga sebagai Bazi (八字) atau hasta aksara. Contoh berikut ini menunjukan tiga buah ekspresi waktu yang sama.
  • 18 Februari 2016 09:49 AM,
  • Ciagwee Capit (bulan lunar pertama hari ke sebelas) Tahun Kera (2567 Anno Konghucu) pukul 09:49 AM.
  •  
  • Hasta Aksara Empat Pilar
Tabel 1. Enampuluh Jiazi
Enampuluh Jiazi
Yang sedikit berbeda adalah pernyataan jam, karena disini digunakan rentang jam shi dimana satu hari dibagi menjadi 12 jam shi.

Tabel 2. Pembagian Waktu Dalam Sehari
Shi 時Rentang Jam
Zi 子 23:00 - 23:59
00:00 - 00:59
Chou 丑 01:00 - 02:59
Yin 寅 03:00 - 04:59
Mao 卯 05:00 - 06:59
Chen 辰 07:00 - 08:59
Si 巳09:00 - 10:59
Wu 午11:00 - 12:59
Wei 未13:00 - 14:59
Shen 申15:00 - 16:59
You 酉17:00 - 18:59
Xu 戌19:00 - 20:59
Hai 亥21:00 - 22:59

Aspek Astrologi

Sepuluh Batang Langit (Tiangan) “diturunkan dari langit untuk mengukur ruang-arah”, sedangkan Duabelas Cabang Bumi (Dizhi) “diciptakan dari bumi untuk mengukur waktu-musim”. Ditambah dengan falsafah Yin-Yang Lima-unsur (陰陽五行) dari Taoisme terbentuklah dasar dari seni analisis Bazi, salah satu cabang seni astrologi tionghoa.

Tentu saja istilah 'diturunkan dari langit' atau 'diciptakan dari bumi' sesungguhnya adalah pengalaman empirik dari bangsa Tiongkok kuno itu sendiri. Penyematan arah mata angin kepada Batang Langit adalah berdasarkan letak geografis negeri Tiongkok. Unsur api (Bing dan Ding) dianggap mewakili bagian atau arah Selatan yang lebih hangat dibandingkan Utara Tiongkok sedangkan unsur Tanah dianggap netral dan mewakli arah Pusat. Demikian juga untuk Cabang Bumi. Unsur Kayu (Yin dan Mao) yang mewakili tanaman bertumbuh kembang kembali di musim Semi. Jadi Yin dan Mao disematkan atribut musim semi, dan demikian juga untuk yang lainnya diturunkan dengan pola pikir yang sama seperti ini. Sedangkan Tanah dianggap netral dan diberikan atribut musim peralihan yaitu interval waktu diantara 2 musim berdekatan.

Kekhasan dari astrologi ini adalah pemakaian simbol / aksara untuk menunjukan suatu sekuens proses atau perubahan dan bukan nomor urut angka-angka tanpa makna. Huruf Jia(甲) misalnya, mewakili fungsionalitas kayu-yang dan arah timur sedangkan huruf Xu(戌) mewakili fungsionalitas tanah-yang dan musim peralihan dari musim gugur ke musim dingin.

Batang Langit dan Cabang Bumi yang disertai perlambangan Lima Unsur, Arah, Musim, dan Polaritas ditunjukan dalam Tabel 3 dan Tabel 4. Kedua tabel tersebut merupakan dasar dari seni analisis Bazi.

Tabel 3. Sepuluh Batang Langit, Yinyang 5-Unsur dan Ruang/Arah
10 Batang Langit, Yinyang 5-Unsur dan Ruang-Arah

Tabel 4. Duabelas Cabang Bumi, Yinyang 5-Unsur dan Waktu/Musim
12 Cabang Bumi, Yinyang 5-Unsur dan Waktu-Musim

Bersambung......Menghitung Shio dan Pilar Tahun.

Sunday, February 21, 2016

Kalender Imlek

Perpaduan harmonis antara kalender lunar dan solar dari era Tiongkok kuno.

Kalender imlek sesungguhnya berjenis lunisolar (Yinyangli) karena daur tahun lunar dipadu-harmoniskan dengan siklus tahun solar. Bagaimanakah hal ini dilakukan?

Dasar dari pengharmonisan ini bisa ditemukan dalam kitab suci Taoisme Dao De Jing Bab 42 seperti berikut ini.
Dao De Jing Bab 42
Dao De Jing #42
Dao melahirkan Satu;
Satu menimbulkan Dua;
Dua menimbulkan Tiga;
Tiga menimbulkan segala sesuatu.

Semua hal yang membawa yin (feminitas)
sementara merangkul yang (maskulinitas).
Menetralkan energi membawa mereka ke dalam harmoni.

Dalam hal ini, Dao adalah Satu. Mentari dan rembulan adalah dualitas keadaan, yang merupakan Dua. Ketika mereka berinteraksi dalam hal ini ketika kita mengelola kalender, akan muncul situasi yin-yang baru, yang dikenal sebagai Tiga. Tiga bisa kehilangan keseimbangan. Namun jika kita dapat menetralkan dua energi tersebut, keseimbangan yin-yang akan terbentuk, yaitu harmoni

Baca seluruhnya...


Kalender Lunar

Perlu diketahui bahwa bulan kecil dan bulan besar ditentukan melalui perhitungan astronomi, yaitu perhitungan rumit dari pergerakan bumi dan bulan sejati, dan bukan melalui perhitungan aritmatika, dimana penentuan jumlah hari dalam satu bulan didasarkan pada definisi matematika yang tetap seperti dalam kalender Gregorian (Internasional).

Hari pertama dari sebuah bulan lunar dimulai dari bulan baru (bulan mati atau konjungsi) dan berakhir satu hari sebelum bulan baru berikutnya. Inilah perbedaan utama dengan kalender Hijriah Samsiah yang memulai hari pertamanya dengan bulan yang sudah kelihatan sedikit gambar sabit, yang menurut saya dan pengetahuan tradisional empirik orang tionghoa pada umumnya, terjadi 2 hari setelah ceit (bulan mati).

Panjang waktu satu tahun shio (imlek) dihitung mulai dari sincia (tahun baru imlek) ke sincia berikutnya. Agar mudah diingat orang, urutan angka tahun dicacah berdasarkan duabelas nama binatang yang disebut Shio,dengan demikian siklus shio adalah siklus 12 tahunan.
Di Indonesia bilangan atau angka tahun imlek (kalender lunar) yang digunakan berdasarkan kelahiran Nabi Agung Konghucu (至聖孔子) yaitu tahun pertama dimulai dari 551 SM. Di Tiongkok sejak Ketua Mao Zedong (毛澤東) berkuasa hingga sekarang memakai angka tahun internasional untuk pencatatan administrasi negara, sedangkan untuk urusan kultural masyarakatnya memakai angka tahun berdasarkan tahun ke-61 kaisar pendiri bangsa Tiongkok Huangdi(黄帝) berkuasa, dimana tahun pertamanya dimulai dari 2698 SM. Alternatif lain adalah memakai waktu Huangdi pertama kali naik takhta yaitu 2637 SM.

Kalendar Solar

Seperti halnya kalender lunar maka penyusunan kalender solar juga didasarkan pada perhitungan astronomi. Satu tahun solar terbangun dari 4 musim yaitu Semi, Panas, Gugur dan Dingin, dan selanjutnya dibagi menjadi 24 Jieqi (節氣) yaitu titik-titik petanda musiman yang masing-masingnya bersegmen atau berjarak sama didalam lintasan matahari pada bola langit seperti yang dilihat oleh pengamat dari bumi (lihat Gambar 1 dan Tabel 1.). Sejak 1645 para astronomer Tiongkok mengadopsi perhitungan matahari sejati (Dingqi 定气) dimana segmen-segmen yang panjangnya sama ditempuh matahari dalam jangka waktu yang berbeda-beda. Hal ini bisa terjadi karena kecepatan matahari yang berubah-ubah tergantung dari posisinya (hukum Kepler), kemiringan sumbu bumi, perlambatan rotasi bumi dan pengaruh gaya-gaya eksternal lainnya. Waktu satu tahun solar atau Sui (歲) didefinisikan sebagai waktu diantara dua soltice musim dingin (Dongzhi 冬至) berturutan dan titik awal musim semi (Lichun 立春) ditetapkan sebagai hari tahun baru solar (tahun baru yanglek).

Lintasan Matahari Pada Bola Langit
Gambar 1. Lintasan Matahari Pada Bola Langit.


Tabel 1. Titik Waktu Kalender Solar
Titik Nama Tanggal Arti Umum Lon.
J11 Daxue 大雪 7 ±1 Des. Banyak salju 255°
Z11 Dongzhi 冬至 22 ±1 Des. Solstice musim dingin 270°
J12 Xiaohan 小寒 6 ±1 Jan. Sedikit dingin 285°
Z12 Dahan 大寒 20 ±1 Jan. Sangat dingin 300°
J1 Lichun 立春 4 ±1 Peb. Awal musim semi 315°
Z1 Yushui 雨水 19 ±1 Peb. Air hujan 330°
J2 Jingzhe 驚蟄 5 ±1 Mar. Serangga meretas 345°
Z2 Chunfen 春分 21 ±1 Mar. Equinox musim semi 0°
J3 Qingmíng 清明 5 ±1 Apr. Cerah dan terang 15°
Z3 Guyu 穀雨 20 ±1 Apr. Hujan untuk pepadian 30°
J4 Lixia 立夏 6 ±1 Mei Awal musim panas 45°
Z4 Xiaman 小滿 21 ±1 Mei Pepadian memadat 60°
J5 Mangzhòng 芒種 6 ± 1 Jun. Pepadian bersemak 75°
Z5 Xiazhi 夏至 21 ±1 Jun. Solstice musim panas 90°
J6 Xiaoshu 小暑 7 ±1 Jul. Sedikit panas 105°
Z6 Dashu 大暑 23 ±1 Jul. Sangat panas 120°
J7 Liqiu 立秋 7 ±1 Agu. Awal musim gugur 135°
Z7 Chushu 處暑 23 ±1 Agu. Penyimpanan panas 150°
J8 Bailu 白露 8 ±1 Sep. Embun putih 165°
Z8 Qiufen 秋分 23 ±1 Sep. Equinox musim gugur 180°
J9 Hanlu 寒露 8 ±1 Okt. Embun dingin 195°
Z9 Shuangjiang 霜降 23 ±1 Okt. Bunga es turun 210°
J10 Lidong 立冬 7 ±1 Nop. Awal musim dingin 225°
Z10 Xiaoxue 小雪 22 ±1 Nop. Sedikit salju 240°

Memadukan Kalendar Lunar dan Solar

Pada tataran praktis pengharmonisan (penyelarasan) yin dan yang bisa dijelaskan sebagai berikut.
  1. Membuat kalender lunar (imlek) yaitu menghitung tanggal jatuh dari phasa bulan gelap sempurna sebagai penanda hari pertama bulan imlek (sistem lunar).
  2. Membuat kalender solar (yanglek) dengan cara menghitung 24 solar terms yaitu tanggal jatuh dari posisi-posisi tertentu matahari semu pada bidang ekliptika sebagai penanda hari pertama dan pertengahan bulan yanglek (sistem solar).
  3. Menggabungkan kedua hasil tersebut sembari mengurutkan (sorting) tanggalnya.
  4. Menerapkan aturan kaisar Tiongkok, yang dipublikasikan ke dunia barat oleh astronom Liu & Stephenson, kepada hasil dari butir ketiga diatas untuk menentukan nomor bulan. Tujuan dari aturan-aturan tersebut adalah untuk menjawab pertanyaan pada bulan keberapakah Runyue harus disisipkan dan secara tak langsung mengatur agar tahun baru imlek (sincia) harus selalu jatuh diantara Dahan (20 ±1 Jan) dam Yushui (19 ±1 Peb). Meskipun merupakan prosedur dengan ketentuan-ketentuan yang rumit [2][3][4] namun dengan peraturan inilah Kalender Imlek Online website ini saya susun.
Menurut astronomer Tiongkok kuno, tahun baru Tionghoa atau Sincia yaitu hari pertama dan bulan pertama Imlek selalu terjadi antara bulan baru pertama setelah titik Z12 (Dahan 大寒) dan bulan baru yang terdekat dengan titik J1 (Lichun 立春) atau sekitar tanggal 20 ±1 Januari dan 4 ±1 Februari. Premise awal bangsa Tiongkok kuno itu ternyata gugur setelah Helmer Aslaksen [3] menunjukan kegagalan pada tahun 1985 (20 Februari), 2015 (19 Februari), dan 2053 (20 Januari). Namun premise bahwa Sincia selalu jatuh antara Dahan dan Yushui belum terbantahkan.

Ahli astronomi Tiongkok kuno mengenali perioda 19 tahunan dimana matahari dan bulan bergerak melalui siklus dan kembali keposisi relatif semula pada akhir dari setiap siklus 19 tahunannya. Penemuan prinsip ini kemungkinan besar terjadi pada era Dinasti Shang (1600–1046 SM.) dan dengan adanya penemuan ini para astonomer mampu mengembangkan sejumlah keteraturan. Diketahui bahwa dalam siklus 19 tahunan, 7 tahunnya memerlukan Lungwee. Belakangan, sesudah ditemukan oleh bangsa Tiongkok kuno, seorang ilmuwan Yunani bernama Meton juga menemukan prinsip yang sama. Oleh karena itu, siklus 19 tahunan ini oleh astronomer Barat dikenal sebagai siklus Metonik

Rujukan:
  1. Jean Meeus, Astronomical Algorithm, Willmann–Bell Inc., Virginia, Second Edition, 1991.
  2. Gondomono, Ph.D, Lungwee, Bulan Pengganjal Tahun, Majalah Intisari No 355, halaman 56-57, Februari 1993.
  3. Helmer Aslaksen , The Mathematics of the Chinese Calendar, Department of Mathematics National University of Singapore, Singapore, Draft 29 Maret 2006.
  4. Hendro Setyanto, Ssi, Imlek dan Kalender Astronomi, Harian Kompas, halaman 30, Jumat, 15 Februari 2002.
  5. R.L. Wing, The Dao Of Power, The Aquarian Press, London, 1986.
  6. Assorted calendrical systems: The Chinese Calendar.
  7. Calendars And Their History: The Chinese Calendar.

Monday, February 8, 2016

Wuxing (五行) - Dinamika Lima Unsur

Wuxing (Wuhang atau Ngoheng) disebut sebagai dinamika atau teori lima unsur yaitu Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air. Peranan Wuxing sangat penting didalam pekembangan filsafat Tionghoa yang sesungguhnya adalah juga ilmu pengetahuan dan kebudayaan Tionghoa itu sendiri.

Baca seluruhnya...

Sama halnya seperti nama Pandita Ratu Yu, nama Wuxing tidak pernah disinggung didalam Yi Jing (I Ching). Terdapat perbedaan pendapat yang mencolok antara kepercayaan tradisional dan para ahli sejarah. Kepercayaan tradisional mengakui bahwa Wuxing sudah dikenal bahkan sejak jaman Pandita Ratu Fuxi. Teori Wuxing sendiri ditemukan didalam kitab pengobatan Huang Di Nei Jing Su Wen. Huang Di atau Kaisar Kuning berkuasa dari 2698 - 2598 S.M. sebuah masa yang jauh sebelum Yi Jing dilahirkan. Akan tetapi para ahli sejarah meragukan pendapat tradisional ini dan mempercayai bahwa Nei Jing Su Wen ini bukan ditulis oleh Huang Di tetapi oleh orang lain dizaman antara dinasti Zhou dan Han (1111 - 220 S.M.) yang mendahului tanggalnya (antedates) agar nilai kitabnya menjadi bertambah.[15].

Seperti halnya Dai Ji, Liang Yi, Xi Siang, Ba Gua dan Enampuluhempat Heksagram yang tidak pernah dalam keadaan diam, demikian pula dengan Wuxing, yang dinamis sifatnya.

Sebagai sistem penggolongan, lima unsur tidaklah bermakna literal sebagaimana nama yang diberikan melainkan merupakan gaya-gaya yang berkwalitas Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air.
  • Sesuatu yang sesuai dengan pohon, yaitu tumbuh bergerak keatas digolongkan kedalam unsur Kayu.
  • Sesuatu yang sesuai dengan api, yaitu membakar, panas memancar keempat penjuru digolongkan kedalam unsur Api.
  • Sesuatu yang sesuai dengan tanah, yaitu tenang, padat, berat dan mengarah kedalam digolongkan kedalam unsur Tanah,
  • Sesuatu yang sesuai dengan logam, yaitu tajam menusuk, merusak dan berarah satu digolongkan kedalam unsur Logam.
  • Sesuatu yang sesuai dengan air, yaitu bergerak dengan bebas kearah bawah digolongkan kedalam unsur Air. 
Dengan demikian segala sesuatu, bentuk, sifat, fenomena, keadaan dan gerak perubahan, bisa digolongkan kedalam lima unsur.

I.12.1. Pola Aksi Wuxing

Diantara kelima unsur tersebut terdapat gaya-gaya yang berkerja satu terhadap yang lainnya sesuai dengan hukum-hukum alam. Hukum-hukum ini dapat dinyatakan oleh sebarisan pola-pola aksi. Pola-pola aksi yang dimaksud adalah pola aksi menghidupi (producing), menghabiskan (exhausting), merusak(destructing), dan mencederai (injuring) serta saling menguatkan (reinforcing).
  • Pola aksi menghidupi (producing) berlangsung menurut urutan siklus: Kayu menghidupi Api, Api menambah Tanah, Tanah menghasilkan Logam, Logam membentuk Air, dan Air menghidupi Kayu (pohon).
    • Lawan atau kebalikan dari pola aksi menghidupi (producing) adalah pola aksi menghabiskan (exhausting): Kayu menghabiskan Air, Air menghabiskan Logam, Logam menghabiskan Tanah, Tanah menghabiskan Kayu.
      • Pola aksi merusak (destructing) mengikuti siklus: Kayu membatasi (menembus) Tanah, Tanah membendung (atau mencemari) Air, Air memadamkan Api, Api melumerkan Logam, dan Logam memancung Kayu.
        • Lawan atau kebalikan dari pola aksi merusak (destructing) adalah pola aksi mencederai (injuring): Kayu menumpulkan Logam, Logam melemahkan Api, Api menguapkan Air, Air membanjiri Tanah, dan Tanah membatasi Kayu.
          • Pola aksi saling menguatkan (reinforcing) terjadi pada dua unsur yang sama: Kayu dengan Kayu, Api dengan Api, Tanah dengan Tanah, Logam dengan Logam, dan Air dengan Air.  
          Siklus Menghasilkan dan Menghabiskan
          Gambar 15. Siklus Menghasilkan dan Menghabiskan
          Siklus Merusak dan Mencederai
          Gambar 16. Siklus Merusak dan Mencederai
          Sama Unsur Saling Menguatkan
          Gambar 17. Sama Unsur Saling Menguatkan
          Teori lima unsur juga tercermin didalam pergerakan dinamis dari siklus empat musim. Setiap musim dikuasai oleh salah satu unsur dari lima unsur. Musim semi dikuasai oleh Kayu, musim panas oleh Api, musim gugur oleh Logam, dan musim dingin oleh Air sedangkan musim peralihan antar musim yaitu delapan belas hari terakhir dari setiap musim dikuasai oleh Tanah. Urut-urutan datangnya musim juga mengikuti siklus menghidupi (produces). Kayu (musim semi) menghidupi Api; Api menambah Tanah; Tanah menghasilkan Logam (musim gugur); Logam menghasilkan Air (musim dingin). Tanah tidak mengatur satu musim apapun tetapi memberikan sumbangan kepada semuanya (musim peralihan).

          I.12.2. Dinamika Penting Pola Aksi Lima Unsur

          Seperti halnya Yin dan Yang, didalam lima unsur juga terdapat pergerakan dan perubahan dinamis berdasarkan kekuatan dari unsur-unsur. Fenomena penindasan (destructing phenomenon) dan penindasan-balik (injuring phenomenon) muncul karena adanya kelebihan atau kekurangan salah satu unsur dari lima unsur. Dinamika dari fenomena ini seringkali mewujud secara serentak. Misalnya, oleh karena sesuatu dan lain hal pada suatu saat Kayu menjadi kuat atau berlebihan. Kayu ini bukan saja akan menindas Tanah (merusak dengan "kejam") tetapi juga akan menindas-balik (mencederai) Logam. Contoh lainnya adalah jika Kayu dalam keadaan kekurangan atau lemah maka pada saat yang bersamaan Kayu akan ditindas (dirusak dengan "kejam") oleh Logam dan bahkan akan ditindas-balik (dicederai) oleh Tanah. Fenomena ini tentu saja mengindikasikan keadaan (kecenderungan penyakit atau nasib) yang tidak baik dan harus ditanggulangi.
          Contoh fenomena penindasan (pengrusakan) dan penindasan-balik
          Gambar 18. Contoh fenomena penindasan (pengrusakan) dan penindasan-balik.

          Fenomena lain yang penting dalam dinamika lima unsur adalah fenomena produksi menekan pengrusakan yang merupakan sistem regulasi (kontrol otomatis) yang alamiah terhadap gangguan. Dalam fenomena ini, ketika mendapat gangguan, unsur yang terganggu akan berusaha lebih aktif berproduksi dibandingkan keadaan normalnya untuk mencegah unsur gangguan merusak dirinya. Hukum-hukum penyedian-pengrusakan secara lengkapnya dapat dinyatakan sebagai berikut:
          • Kayu menghidupi Api, Api melumerkan Logam yang memancung Kayu; 
          • Api menambah Tanah, Tanah membendung Air yang memadamkan Api; 
          • Tanah menghasilkan Logam, Logam memancung Kayu yang merusak Tanah;
          • Logam membentuk Air, Air memadamkan Api yang melumerkan Logam; 
          • Air menghidupi Kayu (pohon), Kayu merusak Tanah yang membendung Air.
          Contoh Fenomena Menghasilkan Lebih untuk Menekan Gangguan
          Gambar 19. Contoh Fenomena Menghasilkan Lebih untuk Menekan Gangguan.


          Kebalikan dari fenomena diatas adalah fenomena merusak menekan produksi (destructing more to suppress production) yang juga merupakan sistem regulasi (kontrol otomatis) alamiah, Dalam fenomena ini, ketika mendapat gangguan, unsur yang terganggu akan berusaha lebih aktif merusak dibandingkan keadaan normalnya untuk mengurangi pembentukan (production) unsur gangguan yang bisa merusak dirinya. Hukum-hukum pengrusakan-penyediaan secara lengkapnya dapat dinyatakan sebagai berikut:
          • Kayu merusak Tanah, Tanah menghasilkan Logam yang memancung Kayu;
          • Api melumerkan Logam, Logam menghasilkan Air yang memadamkan Api;
          • Tanah membendung Air, Air menghasilkan Kayu yang merusak Tanah;
          • Logam memancung Kayu, Kayu menghasilkan Api yang melumerkan Logam;
          • Air memadamkan Api, Api menambah Tanah yang membendung Air.
          Contoh Fenomena Merusak Lebih Untuk Menekan Gangguan
          Gambar 20. Contoh Fenomena Merusak Lebih Untuk Menekan Gangguan.
          Rujukan:
          1. Da Liu, I Ching Numerology, Harper and Row, San Francisco, 1979.
          1. Compiled by: Beijing, Shanghai, and Nanjing College of Traditional Chinese Medicine and The Accupuncture Institute of The Academy of Traditional Chinese Medicine, Essentials of Chinese Accupuncture, Foreign Language Press, First Edition, Beijing, 1980
          1. Tse Ching San, et al., Ilmu Akupunktur, Unit Akupunktur Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, 1985, Edisi 2
          1. Veith, Ilza, Huang Ti Nei Ching Su Wen, Translation, University of California Press, Berkeley, California, 1972, Third edition.

          Saturday, January 2, 2016

          Shio Ciong Hap Tahun 2016